12 March 2009

keinginanku, untuknya..

Rasanya wajahku kaku, terasa sangat pegal ketika aku menahan air mata utk turun. Leherku tercekat, bahkan suaraku yg lantang ini tak bisa kukeluarkan.
Aku melihatnya menitikkan air mata. Perih sekali,aku bisa merasakannya.
Aku merasa sangat marah, menyalahkan takdir dan keadaan.
Namun, wajah bijaknya menyulutkan api amarahku.
Aku tak bisa berkata2, aku hanya bisa bertanya2.
Tersungut-sungut ia mengeluarkan keringat, dahi nya yg selalu mengkerut seperti benang kusut
Menggambarkan bagaimana rumit keadaannya sekarang.
Aku merasa sedikit tenang, ketika dia merasa bangga padaku. Yah,setidaknya terdapat satu hal yg bisa mengurangi bebannya
Kuperhatikan ia ketika sedang terbaring, matanya terpejam namun batinnya selalu berperang.
Rasanya sgt tidak adil, aku selalu pergi kepelukannya ketika terjatuh. Tapi skrg ketika ia terjatuh aku rasa aku hanya bisa sedikit membantu.
Jika ia runtuh pada siapa lagi aku berkeluh,berbagi dan tertawa dgn utuh.
Aku tdk akan tinggal diam..
Aku harus bangkit, menjadi lebih kuat..
Agar bisa menjadi penopang untuknya..

Ibu,
Setelah kesedihan pasti muncul kebahagiaan, seperti pelangi yg muncul setelah hujan :)

I love u ibu